Pedagang menyiapkan ayam potong untuk pembeli di salah satu peternakan ayam di Jakarta. Foto: Rivan Awal Lingga/Antara Foto
Pedagang menyiapkan ayam potong untuk pembeli di salah satu peternakan ayam di Jakarta. Foto: Rivan Awal Lingga/Antara Foto

Indonesia mengekspor ayam hidup ke Singapura untuk pertama kalinya pada Sabtu (13/5). Ekspor perdana ini dilakukan oleh PT Japfa Comfeed Indonesia dari fasilitas mereka di Gunung Kijang, Pulau Bintan. Kabar tersebut menjadi salah satu berita yang paling banyak dibaca di kumparanbisnis, Minggu (14/5).

Adapun berita yang paling banyak dibaca lainnya yakni soal harapan Jokowi yang ingin pemimpin 2024 harus mengerti hilirisasi dan industrialisasi komoditas mentah. Berikut rangkuman berita populer di kumparanBisnis.

RI Ekspor Ayam Hidup ke Singapura

Indonesia untuk pertama kalinya mengekspor 23.040 ekor ayam hidup atau setara dengan 41,47 ton ayam broiler hidup ke Singapura, Sabtu (13/5).

Ekspor perdana ini dilakukan oleh PT Japfa Comfeed Indonesia dari fasilitas mereka di Gunung Kijang, Pulau Bintan. Ekspor ayam hidup langsung masuk ke rumah potong di Singapura dan menjalani pemeriksaan virus flu burung.

Produk ayam hidup Indonesia dinyatakan bebas dari virus flu burung sehingga bisa langsung dipasok ke pasar di Singapura.

Dubes Indonesia di Singapura, Suryo Pratomo, menyampaikan bahwa ekspor ini merupakan milestone yang menandai peningkatan kerja sama perdagangan yang lebih kohesif antara Indonesia dengan Singapura.

"Ekspor ini juga merupakan tindak lanjut yang konkret dari pertemuan di antara kedua pemimpin dalam leaders retreat, Mei lalu di Singapura. Sebelumnya Indonesia berhasil mengekspor ayam potong beku dan produk ayam olahan sejak bulan Juni tahun lalu.”

Jokowi Minta Presiden Penggantinya Paham Hilirisasi

Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato pada puncak acara Musyawarah Rakyat (Musra) di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (14/5/2023). Foto: Hafidz Mubarak A/ANTARA FOTO
Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato pada puncak acara Musyawarah Rakyat (Musra) di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (14/5/2023). Foto: Hafidz Mubarak A/ANTARA FOTO

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut, pemimpin di 2024 harus mengerti bagaimana ketidakpastian ekonomi global yang terjadi 5-10 tahun ke depan.

“Sehingga sekali lagi nahkodanya harus nakhoda yang pemberani, berani mengambil risiko untuk kepentingan negara dan bangsa ini,” tegas Jokowi di acara Musyawarah Rakyat di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (14/5).

Apalagi Indonesia memiliki potensi sumber daya ala (SDA) yang besar, bukan hanya tambang, mineral, tapi juga SDA di laut yang sangat melimpah. Begitu juga dengan komoditas pertanian dan pertanian yang melimpah.

“Tapi bertahun-tahun kita ekspor dalam bentuk bahan mentah. Ini kekeliruan yang tidak boleh kita ulang lagi,” tambah dia.

“Pemimpin yang akan datang harus mampu mengindustisasikan bahan-bahan itu, hilirisasi itu harus dilakukan apa pun risikonya,” lanjut Jokowi.



Gerbang Fakta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *