
MANADO – Pedagang pasar di Kota Manado curhat terkait harga beras yang mahal saat Kementerian Pertanian (Kementan) melalui tim Satuan Gugus Tugas (Satgas) Pangan Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) melakukan monitoring ketersediaan dan stabilitas harga jelang perayaan Idul Fitri 1444 Hijriah.
Monitoring dilakukan Kepala Pusat Karantina Tumbuhan dan Keamanan Hayati Nabati, AM Adnan, didampingi Kepala Karantina Pertanian Manado, Yusup Patiroy di dua Pasar terbesar di Manado yakni Bersehati dan Pinasungkulan Karombasan.
"Beberapa pedagang berharap harga beras turun. Informasinya dalam dua bulan terakhir harganya sekitar Rp 13.000 sampai 14.000. Harga telur juga naik. Namun karena stoknya aman, jadi diharapkan harganya tidak akan melonjak terlalu jauh. Untuk cabai rawit harganya masih naik turun," kata Adnan.
Namun demikian, secara keseluruhan Adnan mengatakan jika ketersediaan bahan pangan di Sulut dalam posisi aman dan dalam batas wajar selama Ramadhan dan hingga lebaran mendatang. Adnan pun mengimbau masyarakat untuk tidak perlu khawatir.
Adapun harga bahan pangan yang menjadi inti monitoring yakni beras Rp 14.000/kilo, cabai rawit Rp 28.000/kilo, bawang merah Rp 38.000/kilo, daging ayam Rp 35.000/kilo, telur ayam Rp 55ribu/baki, gula pasir Rp 15.000/kilo dan minyak goreng Rp 18.400/liter.
"Dari sisi stok 12 bahan pangan pokok aman hingga hari raya. Beberapa harga pangan memang ada kenaikan menjelang lebaran. Namun harganya tidak terlalu melonjak tinggi dan masih batas wajar," kata Adnan.
Sementara, Kepala Karantina Pertanian Manado, Yusup Patiroy menegaskan bahwa pengawasan terhadap lalu lintas komoditas pangan selama ramadhan hingga lebaran nanti semakin diperkuat untuk menjaga kestabilan stok dan harga bahan pangan pokok.
Menurutnya, sudah menjadi tugas karantina Manado untuk memastikan setiap komoditas pertanian termasuk bahan pangan pokok yang masuk atau pun ke luar dari Sulut terjamin kesehatannya, bebas penyakit dan aman dikonsumsi.
"Di samping itu, kami juga tergabung dalam tim satgas pangan untuk ikut serta mengawal pasokan pangan agar masyarakat bisa mendapatkan bahan-bahan yang terjamin keamanan dan kualitas kesehatannya," ujar Yusup.
manadobacirita

