Ilustrasi pesawat Lion Air. Foto: Nugroho Sejati/kumparan
Ilustrasi pesawat Lion Air. Foto: Nugroho Sejati/kumparan

PT Lion Mentari Airlines atau yang beroperasi dengan nama Lion Air, seringkali mengalami delay atau keterlambatan jadwal penerbangan. Kabar terakhir, Sekretaris Umum (Sekum) PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti, mengeluhkan hampir setiap penerbangan Lion selalu delay, bahkan pihak maskapai juga tidak pernah meminta maaf kepada penumpang.

Menanggapi hal tersebut, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menyebut Lion Air terlalu jemawa. Sebab, Lion Air Grup mendominasi pasar penerbangan di Indonesia, mengingat harganya yang murah dan rute yang disediakan beragam.

"Lion Air jemawa dalam melayani konsumen. Kementerian Perhubungan seperti mati kutu saat berhadapan dengan Lion Air," kata Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi kepada kumparan, Jumat (9/6).

"Apalagi konsumen dihadapkan pada opsi yang sangat sulit, mau ganti maskapai tidak ada yang melayani, mau tetap menggunakan Lion Air risiko delaynya sangat tinggi," imbuhnya.

Untuk itu, Tulus meminta Komisi Persaingan Usaha (KPPU) memecah pangsa pasar Lion Air Grup supaya tidak dominan dan melanggar persaingan usaha sehat.

"Dominannya pangsa pasar Lion Air Grup sebagai market leader, bisa merusak pasar industri penerbangan dan endingnya adalah melanggar hak-hak konsumen jasa penerbangan," ungkap Tulus.

Pesawat Lion Air. Foto: AFP/Adek Berry
Pesawat Lion Air. Foto: AFP/Adek Berry

Dihubungi terpisah, Juru Bicara Kemenhub Adita Irawati mengatakan semua penerbangan yang tidak memenuhi SOP dan on time performance tentu menjadi perhatian Kemenhub. Pelanggaran terhadap ketentuan pasti ada sanksinya, mulai dari teguran hingga sanksi berat seperti pencabutan izin rute.

"(Lion Air) sudah pernah juga dicabut izin rute. Teguran dan sanksi sudah beberapa kali diberikan kepada maskapai termasuk kepada Lion," kata Adita.

Adita menegaskan, setiap aduan atau adanya potensi pelanggaran akan dilakukan investigasi dulu. Lion Air juga sudah diberi teguran belakangan ini.

"Kalau teguran dan sanksi sudah dilakukan sejak dulu, karena ini bagian dari tugas regulator untuk memastikan para operator memenuhi service level. Khusus untuk yang terjadi akhir-akhir ini pun sebagian sudah kami berikan teguran," ujarnya.



Gerbang Fakta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *